Filosofi Kololima

MANIFESTO POLITIK KOMUNITAS KALALIMA

Tentang Kalalima - Filosofi Kololima

Hasrat Kolaborasi Cikal-Bakal Komunitas Kalalima dengan Masyarakat Perkerisan Indonesia didasari oleh beberapa pertimbangan, antara lain Lesson-Learnt (Hikmah) atas peristiwa metamorfosa yang dialami Empu Bekeljati Menjadi Mpu Modin Di Bawah Asuhan Sunan Bonang Di Era Akhir Majapahit.

Komunitas Kalalima bertekad serta memiliki Nawaitu untuk dapat mengakselerasi implementasi dan pembumian pesan-pesan "lima sekawan surat ttg waktu) yaitu Al-Ashr, Al-Lail, Al-Falaq, Al-Fajr Dan Adh-Dhuha, sebagaimana Kyai Haji Ahmad Dahlan membumikan Al-Maun hingga berkembangnya komunitas Muhammadiyah, atau Mbah Kholil Bisri Membumikan Qs Quraisy kepada para santri beliau di Pesantren Rembang, atau Prof. Ahmad Sadali dengan Al-Balad di civitas Salman ITB, atau doktrin Bang Imad mengutip Al-Fath: 27-29 dalam Membangun Komunitas LMD (gue angkatan LMD 47...hehehe...) & komunitas Kuliah Tauhid yang menjadi cikal-bakal ICMI.

 
 
Brown Blue Orange